Archive for June, 2011

June 24, 2011

Sempit Lahan Jurnalisme Sastrawi di Indonesia

SEIRING dengan perkembangan teknologi komunikasi massa itu sendiri dan tuntutan kompleksitas masyarakat, mau tidak mau, jurnalisme mesti menanggapinya secara aktif dan dinamis lewat berbagai perubahan dan perkembangan. Salah satu dari sekian perkembangan yang dimaksud terjadi itu adalah, lahirnya genre yang lazim dinamakan new journalism (jurnalisme baru) biasa juga disebut literary journalism (jurnalisme sastrawi) atau narrative journalism (jurnalisme narasi).

read more »

June 24, 2011

Resensi untuk Agama Andreas Harsono adalah Jurnalisme

SAYA KIRA, hanya wartawan sinting dengan sederet prestasi jurnalistik gemilang—pernah kerja di The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan Pantau (Jakarta), penerima Nieman Fellowship on Journalism Harvard University —seperti Andreas Harsono yang bisa bilang, “Agama saya adalah jurnalisme.” Pengakuan ini dalam artian sebenarnya, bukan sekedar kepentingan promosi buku atau pernyataan kelepasan tidak sengaja.

read more »

June 23, 2011

Orwell 1984

1984 adalah novel yang ditulis George Orwell di tahun 1949, tujuh bulan sebelum ia meninggal. George Orwell sendiri adalah nama pena dari Eric Arthur Blair, lahir di India pada tahun 1903.

read more »

Tags: ,
June 23, 2011

Kenapa Tirto?

KOLONIAL Belanda melibatkan pemilik modal asing untuk agenda penjajahannya. Nusantara dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi industri penjajah barat. Dihadapkan pada kenyataan ini, ulama Islam mesti memberikan tindakan.

Haji Samanhoedi (1868-1956) segera membangun organisasi Sjarikat Dagang Islam, 16 Oktober 1905, di Surakarta. Guna memperluas informasi dalam upaya pembentukan organisasi niaga tersebut, terlebih dulu diterbitkan buletin Taman Pewarta, media ini mampu bertahan selama 13 tahun, 1902-1915.

read more »

Tags: ,
June 23, 2011

Happy Networking Dude!

GENERASI kita berhadapan dengan zaman yang begitu berbeda dengan zaman buyut senior-buyut junior sebelumnya. Berabad-abad silam, jika ingin orang tahu gagasan Anda, Anda mesti berjalan kaki jauh untuk menemui dan mengajaknya bicara. Buku masih jadi pilihan yang sulit. Kertas dan tinta barang mahal. Belum lagi proses menyalin perbanyak dan sebar ke tangan orang lain yang  membutuhkan waktu berbulan-bulan.

read more »

June 23, 2011

Dari Jihad Darah Hingga Jihad Perut

TEMPO doeloe, pra revolusi kemerdekaan. Pers Indonesia tampil dengan sangat sederhana dan nyaris mengutamakan keterampilan menulis saja (bukan berarti kualitas jurnalisme mereka kacangan). Pers saat itu sangat kental dengan suasana kebangsaan, kritik-kritik pedas pada penjajah kolonial, dan murni bermodal idealisme perjuangan. Hal ini tampak dari pekik semboyan pers, “Indie los van Holland / Hindia lepas dari Belanda” atau “Indie vor de Indiers / Hindia untuk anak Hindia”.

read more »

Tags: , ,
June 23, 2011

Bebas Unduh Indopahit #2 | June | Message

Silahkan klik disini.

Tags: