Tiga Jam untuk Tiga Belas Tarian

 

Mereka berlarian, meloncat, berputar, menendang, meninju, merayu, melolong, saling memperolok lalu berkelahi. Tempo lambat dan cepat berkelindan. Suasana berubah-ubah, dari haru, lucu, ceria, tiba-tiba menjadi magis.

ITULAH atmosfer yang berhasil dihadirkan Sanggar Seni Anam Banua Etnika pada kemarin malam (14/1), di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel. Mereka ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari, STIKIP PGRI.

Pagelaran tari yang mengambil tema Dance Make Your Life Colourfull ini sebenarnya adalah Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah penggalian tari dan produksi tari bagi mahasiswa semester tujuh. Dan mata kuliah manajemen seni pertunjukan bagi mahasiswa semester lima.

Memasuki gedung pentas, dari depan sampai belakang, kursi terisi penuh. Sesak. Yang datang terlambat terpaksa berdiri mengerumun di pintu-pintu masuk. Kebanyakan yang datang adalah orang tua dan pihak keluarga penari. Semua panitia tampak seragam dalam balutan kain Sasirangan berwarna ungu tua.

Acara dimulai pada pukul 20.45 Wita. Dalam sambutannya, Drs Abidin Syah M.Pd, selaku Ketua STIKIP PGRI Banjarmasin, menjabarkan bahwa ada tiga kompetensi yang bisa dinikmati oleh penonton: penata tari muda, penggalian tari dan produksi tari.

“Ada banyak sekali sisi kehidupan yang bisa diolah mahasiswa secara kreatif untuk menjadi tarian,” pesannya. Usai sambutan, lanjut acara penyerahan sertifikat perhargaan dan suvenir untuk para narasumber tari.

“Ada sembilan tarian untuk penggalian tari dan empat tarian untuk produksi tari,” ucap ketua panitia, Erma Noormawati (20), yang ditemui seusai pementasan. Untuk yang pertama, mahasiswa diberi waktu satu bulan penuh untuk meneliti dan belajar tari secara langsung kepada sepuh-sepuhnya. Yang kedua adalah tarian hasil olah kreasi mahasiswa sendiri.

Kesembilan tarian itu adalah Tarian Bogam dari Amuntai, Tarian Badewa dari Marabahan, Tarian Japin Anak Delapan dari Kotabaru, Tarian Kanjar dari Loksado dan Tarian Mandung dari Rantau. Sedangkan Tarian Baksa Lilin, Tarian Ladon Bakti, Tarian Jajak Rampak dan Tarian Topeng Tujuh Bidadari dari Banjarmasin.

Jeda pemisah diisi oleh fashion show dari mata kuliah tata rias. Ditampilkan kepiawaian seni mempermak wajah. Dari yang cantik menjadi tua, dari yang ramah menjadi kejam, dari manusia menjadi hewan. Sedangkan empat hasil kreasi mahasiswa adalah Drama Tari Tiwas, Tari Basaru Kasih, Tari Baaruh Baradap dan Tari Maulai.

Penonton tidak kalah ramai. Dengan setia mereka memotret dan memberi tepuk tangan saat satu tarian berakhir. Beberapa memang terlihat bosan, setengah tertidur atau memilih duduk di luar gedung.

Tarian semestinya memang tidak hanya menghibur, tapi juga memberi wejangan dan mengajak merenung. Ketigabelas tarian ini memuat kisah-kisahnya tersendiri. Dari kisah keseharian di sawah, larangan bagi anak kecil untuk bermain di luar rumah selagi senja maghrib, kegirangan memetik dan merangkai bunga, perkelahian ala kerajaan, hingga kisah percintaan.

Sebut saja Tari Badewa dari Marabahan. Tarian ini berkisah tentang masyarakat yang menari untuk prosesi penyembuhan. Memanggil dewa yang mampu mengobati si sakit dan menghalau bala dari kampung.

Selaku pengiring musik, selain pemusik dari Sanggar Seni Anam Banua Etnika, juga diminta bantuan pemusik dari Sendratasik dan Saraba Sanggam. Total pagelaran ini membutuhkan tiga bulan persiapan. “Satu bulan penggalian tari, dua bulan latihan tari dan satu bulan untuk persiapan pertunjukan ini,” ucap Erma.

Untuk acara kreatif seperti ini, klasik sudah, dana bakal menjadi kendala yang utama. Erma mengaku sampai harus melakukan pengetatan pengeluaran keuangan disana-sini. Untunglah, beberapa sponsor datang memberikan bantuan. Pihak Taman Budaya Kalsel juga memberi tarif sewa gedung yang murah. “Mereka ramah sekali. Kita juga diperbolehkan sesuka hati latihan disini,” ucap dara berkacamata ini.

Dihajar 13 belas tarian dalam tiga jam memang bukan momen yang mudah. Usai pementasan, penonton dan panitia bubar dengan wajah lelah, namun puas. []

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: