Archive for ‘Dari Lapangan’

November 14, 2012

Dari Pejantan Super Sampai Pejantan Buldozer

Ini bukanlah iklan jamu kuat. Ini adalah kisah mereka yang meracik dan meramu beragam bahan dan rempah. Guna mengakali mereka yang butuh energi berlebih atau sekedar mengusir pegal dan letih.

read more »

Tags: ,
April 15, 2012

Kayuh Jukung, Kau Kusekolahkan

 

Perjuangan Guru dan Siswa SDN Basirih 10

Umumnya, halaman parkiran sekolah diisi oleh motor, kebanyakan sepeda. Tapi di SDN Basirih 10 tidak demikian. Parkirannya hanya berupa titian kayu sederhana, dimana selusin jukung aneka ukuran ditambatkan.

read more »

April 15, 2012

Lebih Takut Hantu Banyu

 

Menyusuri Alur Sungai Kelayan

Jika wilayah Jalan Ahmad Yani atau Kayu Tangi adalah sisi gemerlap Banjarmasin. Maka daerah Kelayan atau Basirih adalah sisi muram. Di tengah derap laju pembangunan, mereka keteteran, tertinggal dibelakang. Lalu disembunyikan dibalik menjulangnya gedung-gedung beton.

read more »

Tags: ,
April 8, 2012

Pergulatan Muslim Tionghoa

PITI, Menjadi Jembatan Antara Etnis Tionghoa dan Islam

Dalam buku Identitas Tionghoa Muslim Indonesia (2012), Afthonul Afif menggambarkan dilema Tionghoa Muslim sebagai “minoritas dalam minoritas”. Di tengah mayoritas penduduk pribumi, Tionghoa adalah minoritas. Sementara sebagai Muslim berarti menjadi minoritas di tengah Tionghoa yang umumnya non-muslim.

read more »

Tags: ,
April 8, 2012

Jual Kerupuk atau Jual Tanah?

Sengketa Tanah di Mandiangin

Siapapun berhak marah jika tanah yang luasnya hektaran hanya dihargai satu-dua juta rupiah. Selama enam bulan terakhir, kisah itu terjadi di Kabupaten Banjar, tepatnya di Desa Mandiangin Timur, Mandiangin Barat dan Kiram. Sebabnya, tanah turun-temurun yang menjadi tumpuan warga mencari nafkah telah berpindah tangan kepada perkebunan karet milik PT Anugerah Wattiendo.

read more »

April 8, 2012

Sayangnya Kini Terlantar

 

Sejarah Balai Moesjawaratoetthalibin di Jalan Kuin Selatan

Akhir Januari silam, Radar Banjarmasin menyusuri sejarah Sekolah Rakjat (SR) di Banjarmasin. Di akhir wawancara, H. Ahmad Husaini (81), sang narasumber, memberikan selembar foto tua sebagai kenang-kenangan. Dijepret 82 tahun silam, dalam kondisi tidak sepenuhnya baik, sedikit kumal dan menguning, potret ini menyisakan pertanyaan.

read more »

April 8, 2012

Istri dan Kucing Kita

Parade Monolog Persembahan Teater Halilintar

Prita sendirian di dapur, mengulek sambal sembari menggerutu. Ia sedang menyiapkan makan siang untuk suami tercinta, Broto, seorang guru yang gajinya pas-pasan.

read more »

Tags:
April 8, 2012

Pian Himung, Ulun Untung

Menilik Dapur Kaos Hy-Munk

“Hy-Munk” adalah plesetan dari kata Bahasa Banjar “himung”, artinya senang. Harapan Ferry Kusmana, agar siapapun yang membeli dan memakai produk Hy-Munk hatinya menjadi senang. Senada dengan motonya, “Matan Banjar wal ai,” Ferry mengusung budaya lokal sebagai identitas merek suvenirnya.

read more »

Tags: ,
April 8, 2012

Komedi dari Gang Lingsak

Pementasan Teater Sanggar At-Ta’dib

Alkisah, di Gang Lingsak, kebanyakan warganya masih buta huruf. Agar mereka tertarik belajar baca tulis, pembakal kemudian menggelar lomba baca berita dengan iming-imingan hadiah berupa uang.

read more »

April 8, 2012

Lakon Penuh Improvisasi

Pergelaran Kuda Gipang Carita oleh Sanggar Raden Sanjaya

Tariannya cepat, energik, tapi patah-patah. Serupa gaya bicara pemainnya yang meracau. Dalam satu tarikan nafas, seorang pemain bisa menyemburkan bertumpuk kalimat tanpa koma—tapi bukan berarti tanpa makna. Dialognya tidak rigid, skenarionya longgar. Pemain bisa dengan mudah sahut-menyahut bersama penonton. Improvisasi sepenuhnya.

read more »

Tags: , ,