April 8, 2012

Lakon Penuh Improvisasi

Pergelaran Kuda Gipang Carita oleh Sanggar Raden Sanjaya

Tariannya cepat, energik, tapi patah-patah. Serupa gaya bicara pemainnya yang meracau. Dalam satu tarikan nafas, seorang pemain bisa menyemburkan bertumpuk kalimat tanpa koma—tapi bukan berarti tanpa makna. Dialognya tidak rigid, skenarionya longgar. Pemain bisa dengan mudah sahut-menyahut bersama penonton. Improvisasi sepenuhnya.

Continue reading

Tags: , ,
April 8, 2012

Pajangan Superhero, Super Harganya, Super Puasnya

Menyapa Komunitas Kolektor Eksyen Figur di Banjarmasin

Disela-sela hentakan festival musik Korea-Pop yang lirik bahasanya tidak bisa dimengerti. Tersembul satu stan memamerkan eksyen figur aneka ragam. Mulai patung mungil yang diadaptasi dari manga One Piece, sampai tokoh superhero macam Batman dan Superman. Asal pembaca tahu, bukan hanya tokohnya yang super, harganya juga.

Continue reading

Tags: ,
April 8, 2012

Penantian Dua Dekade

Pergelaran Tari Dara Manginang dan Sendratari

Sebulan lewat, Rabu (22/2), Taman Budaya Kalsel menggelar Workshop Tari Dara Manginang. Mis Erma Fauziah dan Heriyadi Haris lantas dipanggil guna melatih 40 penari dari beragam sanggar di lingkungan Kalsel. Seingat Mis Erma, tarian semi-klasik ini terakhir pentas dua dekade silam. Maka pementasan malam kemarin (20/3), mesti menjadi reuni yang hebat.

Continue reading

Tags: ,
April 8, 2012

Empat Generasi dalam Dunia Gigi

Tukang Gigi Oyong di Muara Kelayan

Berbekal keterampilan membuat gigi palsu, tahun 1900an, Tjong Eng Fat bersama teman-teman lainnya berlayar ke Hindia Belanda. Kapal-kapal dari negara tirai bambu itu kemudian singgah di berbagai tempat di nusantara, seperti Jember, Lumajang dan lainnya. Tjong Eng Fat sendiri singgah di Malang. Nasiblah yang kemudian membawanya ke Banjarmasin.

Continue reading

Tags: , ,
March 10, 2012

Dari Setrika, Barang Loak Hingga Buku Murah

 

Penatu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tempat usaha penyucian dan penyetrikaan pakaian. Lalu mengapa Jalan Penatu (orang lazim menyapanya Kampung Penatu) justru terkenal karena percetakan dan pasar bukunya?

Continue reading

Tags: ,
February 19, 2012

Saya Jurnalis, Bukan Gubernur

 

Berapa banyak wartawan muda Kalsel yang tahu pendahulu mereka? Misal, Anang Abdul Hamidhan. Continue reading

February 11, 2012

PWI Dulu Berkisah, PWI Kini Bicara

Redaksi dan karyawan Kalimantan Berdjoang, Zafry Zam-zam (atas, dua dari kiri, berkacamata) dan Arthum Arta (jongkok, paling kiri).

Belum genap setahun proklamasi, Jakarta kian memanas akibat pendaratan tentara Sekutu-NICA. Pada 3 Januari 1946 pemerintah akhirnya memutuskan eksodus ke Yogyakarta. Sejumlah wartawan republikan turut serta. Pada 9 dan 10 Februari mereka menggelar Kongres Wartawan I—PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) lahir.

Continue reading

Tags: ,
January 31, 2012

Nama Anakku Mahdiannur Rimbawan

 

Melintasi masa bermain, bujangan dan menjadi ayah di rimba raya Mandiangin. Membuat Amang Junai mudah jatuh pada dua sikap bertentangan: cepat akrab dengan sesama pecinta alam atau cepat naik pitam dengan perusak alam.

Continue reading

January 23, 2012

Satu Malam, Dua Teater, Tiga Brongkos

 

Puncaknya, mereka berteriak, “Mereka hentikan matahari diluar, jarum jam mati, kami duduk disini sampai karatan!”

Continue reading

January 20, 2012

Dari Aceh, Orkestra Barat hingga Opera Van Banjar

 

Setelah menunggu cukup lama, Selasa (17/1) malam pukul 20.45 Wita, pintu Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel akhirnya dibuka juga. Sontak ratusan muda-mudi berjejal masuk dan menyerbu tempat duduk. Maksud hati adalah ingin menonton Sendratasik Berkarya, olah gawe mahasiswa Jurusan Sendratasik FKIP Unlam.

Continue reading